29 September 2014

setahun kemarin

Diposting oleh Santi Permadiningtyas di Senin, September 29, 2014
Reaksi: 
0 komentar
Kali ini beneran tidak sempat ngisi blog, ada aja kesibukan, mulai dari pindah rumah dari Depok ke Lumajang, trus muthia masuk sekolah SD, trus pemangkasan 'screen time' meski masih suka melototin hape :D
jadi yaaa, kali ini cuma untuk menyapa, refresh ingatan, supaya masih ingat kalau aku ini punya blog, hahahaha

15 Oktober 2013

ngeblog maraton

Diposting oleh Santi Permadiningtyas di Selasa, Oktober 15, 2013
Reaksi: 
0 komentar
Legaaa rasanya sudah update blog anak-anak. Foto-foto yang menumpuk mulai bulan januari sudah tuntas dimasukkan semua.
Beberapa orang heran, ngebet banget sih bikin blog buat anak-anak, saya cuma tersenyum mendengar komentar orang lain. Tujuan saya jelas, ingin mendokumentasikan beberapa kegiatan anak-anak di masa kecil supaya bisa menjadi kenang-kenangan buat mereka saat besar nanti. Bukan buat pamer, karena toh blog anak-anak saya "private" hanya untuk keluarga saja.
Jadi tidak ada acara pamer ini itu, unjuk kebolehan begini begitu, blog anak-anak saya anggap hadiah kecil dari saya untuk mereka, supaya mereka tahu, betapa berartinya setiap momen perkembangan mereka bagi saya.

luv u anak-anakku ^^



07 Oktober 2013

Hibernasi

Diposting oleh Santi Permadiningtyas di Senin, Oktober 07, 2013
Reaksi: 
0 komentar
Hibernasi, kata yang tepat untuk kondisi saya saat ini. Lebih dari 6 bulan yang lalu sejak pindah dari banjarmasin ke Lumajang, kemudian pindah ke Depok, saya seperti tidak "ngapa-ngapain". Mengerjakan tugas harian dengan perasaan yang biasa-biasa saja, tidak membuat sesuatu, tidak menjual sesuatu, bahkan tidak membaca satu buku pun. Seperti tidak ada gairah untuk melakukan kegiatan yang kreatif. Blog pribadi dan blog anak-anak juga sudah mulai kadaluarsa.
Tidak boleh dibiarkan, tidak boleh dibiarkan, mulai posting sesuatu di blog menjadi langkah awal saya supaya bersemangat.

Semangaaaat  ^^

19 Desember 2012

ada saja idenya

Diposting oleh Santi Permadiningtyas di Rabu, Desember 19, 2012
Reaksi: 
0 komentar
Salah satu ciri anak-anak adalah mudah lapar (eh, bukan cuma anak-anak ding, orang dewasa juga mudah lapar :D). Meski sudah sarapan, menjelang jam 8 anak-anak mulai tidak tenang bermain, celingak-celinguk, buka toples, buka kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimakan. Biasanya saya selalu menyediakan sesuatu itu (syahrini mode on), entah pisang, mangga, jeruk, pepaya, kadang roti tawar, yang penting ada. Kalau tidak menemukan makanan, si Muthia dengan gesitnya mengambil galon air minum, diseret di depan kulkas dan dinaiki, tujuannya adalah mencari sisa lauk sarapan pagi. xixixi

Cemilan hari ini adalah pisang goreng, cemilan favorit saya sejak kecil dan ternyata menurun ke anak-anak :) Seperti biasa membuat adonannya butuh waktu lebih lama karena anak-anak mau ikut membantu. Menggorengnya pun agak ribet karena harus sambil menggendong Dedek, hiyaaa :)

Selesai satu sesi gorengan, dedek buru-buru merebut piring yang saya pegang, pisang gorengnya tentu masih sangat panas, dan sepertinya Dedek juga kepanasan waktu membawa piring.

Dibawalah sepiring pisang goreng ke ruang tengah.

Tiba-tiba Muthia berteriak, "bundaaa, pisang gorengnya diisi air"

Mendengar teriakan Muthia, saya langsung lari ke ruang tengah, taraaaaa...
Sepiring pisang goreng sudah tergenang air minum, buru-buru saya membuang airnya, dengan harapan pisang gorengnya masih bisa dimakan. Saya icip sedikit, hmm, lembek sih, tapi tetap rasa pisang goreng kok :D

Sambil membalik pisang goreng di wajan, saya senyum-senyum sendiri, ah anak-anak, tingkahnya polos dan spontan. Perkiraan saya sih tadi Dedek berusaha meredam panasnya pisang goreng dengan cara disiram air, karena air itu dingin :D


*jadi pengen punya anak lagi ^_^

14 Desember 2012

Yang Praktis-praktis Saja

Diposting oleh Santi Permadiningtyas di Jumat, Desember 14, 2012
Reaksi: 
0 komentar
 *bukan mau berkomentar tentang model-model jilbab ataupun tentang hijaber, bagaimana cara kita berpenampilan adalah pilihan pribadi*

 ---@@@---


Dimulai dengan wow, diakhiri dengan hmm...

Kenapa wow? karena menurutku tidak biasa.
Apa sih? itu lho, jilbab.
Emang kenapa? cara memakainya.
Emang kenapa sih? ribet.
Masa sih? banget, menurutku lho ya.
Trus, kenapa hmm? nggak mau coba-coba ah.
Kenapa? kan sudah aku bilang, ribet, banget.
Idih nggak gaul benget sih? yes, I am.


Untuk saya, dengan dua balita yang harus dibawa kemana-mana karena tidak ada yang mengasuh, memakai jilbab bergo alias jilbab instan adalah keharusan. Kenapa, karena praktis tingkat dewa, tidak perlu peniti, jarum pentul, bahkan bros. Kecuali sudah pasti tidak perlu gendong-gendong anak karena ada yang bersedia menggendong, baru saya mau memakai jilbab segi empat. Itu pun dengan model yang super biasa, ya model jaman baheula itu. Alasannya klasik, tidak mau ribet. :)

Bukannya anti sih, tapi ngeri kalau tiba-tiba peniti atau bros ditarik-tarik anak-anak, kalau mereka terluka bagaimana? Saya yakin sekali insiden tarik-menarik jilbab hampir pasti dialami semua ibu yang memakai jilbab. Selain takut anak-anak kena jarum, saya juga malas membayangkan bagaimana ribetnya membenahi jilbab yang acak-acakan akibat "sentuhan" anak-anak. Wah bisa batal ikut pesta. Daripada bikin bete, lebih baik pilih jilbab bergo, tinggal disesuaikan saja mana yang pantas untuk acara formal, mana yang cocok untuk jalan-jalan. :p

Kadang pengen juga memakai jilbab segiempat -walaupun model standar- ke acara-acara formal supaya kesannya lebih rapi. Tapi saat ini kondisi sangat tidak memungkinkan. Mungkin nanti kalau anak-anak sudah besar. Atau bisa jadi saya akan menjadi bergo "mania" seumur hidup, karena lagi-lagi, malas ribetnya, pilih yang praktis-praktis saja. :D

 ^_^

 

santi permadi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review